Kisah Inspiratif Menjadi Calon Legislatif
1. Memahami makna dari Politik.
Bukan hanya sekedar mengetahui namun terlibat langsung, baik itu di sebuah Partai Politik maupun ikut turun di tengah-tengah suara aspirasi dari arus bawah artinya, suara aspirasi yang minim hingga suara aspirasi yang dominan yang sedang berkembang atau terjadi, di sisi lain seorang calon legislatif mesti sering melakukan diskusi dan bertanya kepada mereka yang sudah pernah duduk di kursi Legislatif, menjalin hubungan yang harmonis sesama partai yang lain, terutama kepada sebuah Partai Politik yang di tumpanginya, baik itu dari tingkat DPP, DPW, DPD, DPC hingga selanjutnya di lapisan bawah pecahan dari DPC hingga menuju pada simpatisan.
Artinya bagi pendatang baru di pesta Demokrasi, mau tidak mau mesti belajar secara mandiri, baik itu melalui pembelajaran yang sudah di agendakan oleh Partai Politik itu sendiri, maupun melalui media akses Internet dan lain sebagainya, bisa di bayangkan jika seorang calon kandidat tidak memiliki urutan pemahaman di atas, sepertinya sangat sulit untuk merebut suara di Dapil suara di lokasinya.
2. Mengetahu kelebihan dari diri sendiri.
Point kedua ini juga sangat penting, karena menyangkut kepribadian seseorang, serta mengetahui apa kelebihan yang dimiliki, sebagai contoh salah satunya seputar prestasi atau dalam bentuk pengetahuan umum, atau prestasi di bidang olahraga, keagamaan dan lain sebagainya, ketika hal ini sudah ditemukan maka seorang calon kadidat mesti terus mengasah serta meningkatkan agar kualitasnya mumpuni.
3. Menguasai Public Speaking yang baik.
Public speaking adalah kemampuan yang dimiliki seorang kandidat untuk menyampaikan aspirasi atau topik yang sedang terjadi yang berkembang di tengah-tengah isu Politik, sudah menjadi keharusan setiap calon kandidat sedini mungkin untuk melatih secara mandiri agar informasi yang disampaikan kepada audiens di terima dengan baik.
4. Modal atau biaya dalam menarik suara atau simpatisan.
Kata biaya atau modal dasar untuk maju sebagai kandidat calon Legislatif sudah menjadi cerita umum, dan menjadi dilema bagi sebuah Partai Politik maupun kepada calon kandidat, di sinilah letak permasalahan yang terjadi di tengah-tengah pesta Demokrasi Politik, bahkan begitu di tawarkan untuk menjadi seorang kandidat di kursi Legislatif, rata-rata mereka selalu membicarakan biaya dan tragisnya mereka meragukan bahkan mundur sebelum bertarung.
Di sinilah peran anggota dari Partai Politk membekali kadernya dengan pengetahuan yang mumpuni untuk memberikan edukasi pemahamn politik kepada calon-calon yang di rangkulnya, artinya dapat merubah pola pikir atau mindset yang keliru, dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah dan membutuhkan etos kerja yang profesional serta membutuhkan jedah waktu yang bervariasi.
Tidak semua yang memiliki modal besar yang dapat duduk di kursi Legislatif dan ini bukan isu politik, ini merupakan fakta yang nyata, bahkan sebaliknya ada sebagian dari calon anggota yang modalnya pas-pasan, dengan menggunakan metode diatas tadi, mereka berjuang sedari awal dengan ihklas dan akhirnya sebagian mereka dapat memenangkan pesta Demokrasi, bahkan hingga sekarang sudah duduk di kursi Legislatif.
Ini artinya bukan masalah modal biaya yang di prioritaskan melainkan etos kerja, ikhkas hanya karena ibadah yaitu memperjuangkan suara aspirasi, menjunjung tinggi tanggung jawab, amanah, dimana semua itu sudah di jelaskan dalam aturan dari sebuah Partai Politik, bukan hanya janji manis yang di tebarkan saat mengambil suara simpatisan.
Jadi ini membuktikan kandidat dari kelas bawah yang minim dalam urusan biaya juga banyak yang duduk di kursi Legislatif, disinilah sebuah Partai Plitik harus memiliki figur-figur yang mampu menjelaskan point diatas, serta mampu dan bijak merubah mindset yang menjadi momok menakutkan bagi pencalonan seorang kandidat.
Di bawah ini ada beberapa kisah yang dapat di jadikan pembelajaran kepada calon kandidat Legislatif, khususnya bagi kaum Milenial muda, yang akan maju di pesta Demokrasi, baik secara Indenpenden maupun dari sebuah Partai Politik, cerita kandidat Legislatif dengan ekonomi pas-pasan merupakan fenomena menarik yang selalu ada pada saat pesta Demokrasi Politik, salah satu cerita fakta di bawah ini :
1. Cerita Bapak Abdul Wahid Ibrahim, sebagai tukang ojek.
2. Cerita Bapak Nur Wahid, seorang pedagang makanan Cekwe.
3. Cerita Ibu Eha Soleha, seorang pedagang kopi keliling.
4. Cerita Niswadi Esa, profesi sebagai seorang petani.
Video di bawah ini di angkat kisahnya di media HITAM PUTIH (Deddy Corbuzier), seorang tukang ojek dapat menduduki kursi Legislatif, disinilah membuktikan bahwa uang itu bukan segalanya untuk memenangkan pada saat pesta Demokrasi Politik, semoga tayangan ini menjadi kisah inspiratif bagi calon kandidat Legislatif, khusunya kaum Milenial muda :
Kisah inspiratif selanjutnya adalah seorang penjual makanan Cakwe keliling yang mencalonkan dirinya menjadi kandidat Legislatif, dan ini membuktikan kepada isu yang berkembang selama ini, terutama beratnya biaya untuk mengikuti pencalonan diri sebagai calon Legislatif, dan semoga kisah di bawah ini dapat merubah pola pikir atau Mindset yang keliru selama ini :
Kisah inspiratif diatas semua di tayangkan di media MATA NAJWA, dan mereka inilah yang nantinya menjadi barometer bagi kandidat calon Legislatif di periode berikutnya, dan semoga tayangan video inspiratif ini dapat membuka mata serta mampu merubah mindset yang keliru selama ini, tidak ada yang mustahil di dunia ini selagi mau berusaha dan memiliki arah dan tujuan yang jelas, dan modal yang penting adalah, berusaha keras, amanah, bertanggung jawab, ihklas dan selanjut berdoa :
Note :
1.Tujuan dari artikel kisah inspiratif ini.
Penulis menggaris bawahi bukan karena mengkondisikan Partai Politik mana yang paling bagus atau memilih siapa yang banyak memiliki modal untuk maju di pemilihan calon Legislatif, namun lebih daripada itu ingin mengajak para pembaca, khususnya kaum Milenial muda untuk mau menjadi bagian dari kader sebuah Partai Politik
2. Memberikan Edukasi dalam bentuk Digital Marketing.
Memanfaatkan Digital Marketing sebagai wadah untuk memberikan edukasi kepada pembaca, khususnya kaum Milenial muda dengan harapan mau bergabung dan peduli terhadap suara Aspirasi kelas bawah, dan peduli terhadap pesta demokrasi Partai Politik.
3. Mampu menjawab dan merubah mindset atau cara pandang yang keliru.
Berharap dengan kisah Inspiratif ini juga, dapat menjawab serta merubah cara pikir atau sudut pandang yang keliru akibat oknum Legislatif yang sudah duduk di kursi Legislatif.
Bagi kaum Milenial muda dan pembaca sekalian, terutama yang berdomisili di Kalimantan Barat, khususnya pontianak, siapa saja yang ingin bergabung menjadi kader di Partai Politik dan ingin menjadi calon Legislatif di PEMILU tahun 2024 kami menanti anda.
Adapun persyaratan "GRATIS" ada di judul artikel selanjutnya atau silakan klik disini, atau dapat menghubungi di kontak kami.
Demikian yang dapat penulis sampaikan, jika ada kalimat yang keliru atau berlebihan, kami minta maaf. Terima Kasih
< Demikian >
0 comments:
Post a Comment